Musim liburan gini, sebetulnya agak menyiksa umat pelajar (iya iya gue doang deh yang tersiksa). Dan salah satu penyebabnya, uang jajan gak semaksimal di masa-masa sekolah. Sekarang gue ngerti kenapa kalau di Tanya ‘pekerjaan mu apa?’, kita dibolehin bilang ‘pelajar’. Selain karena ini memang pekerjaan yang cukup menantang, ini juga menghasilkan tradisi yang disebut uang jajan (tradisi yang entah dari siapa dan gue sangat berterimakasih kepada anda yang memulai mentradisikan ini).
Uang jajan selama libur sih gak disetop (tapi agak berkurang), kalo mau minta dengan rintangan alasan dan action yang meyakinkan juga masih dikasih. Tapi masalahnya waktu kecil gue berhasil tersugesti sama sesuatu yang mengatakan ‘tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah’, membuat gue yang masih lugu dulu terjerumus kedalam dunia gengsi meminta (kecuali ke Tuhan dan keadaan tertentu).
Gimana ya kalo gue nyari kerja aja?, jadi inget beberapa hari lalu gue sempat mikirin beberapa pekerjaan yang mulia di mata gue. Nih, gue bocorin isi otak gue, open file, klik ‘Top 10 Noble Works Dari Mata sang Bellania’ :
1. IRT (Ibu Rumah Tangga)
IRT/MRT (mama rumah tangga), pekerjaan paling hebat di mata gue. Tidak ada gaji yang pasti buat pekerjaan ini, karena memang tidak ada gaji yang tepat buat membayar pekrjaan ini. Hanya bisa dilakukan oleh perempuan, kecuali ayah anda menikah dengan Maho. Mereka menjadi pilot sebuah benda yang tak bisa terbang, mengatur segenap isinya dengan penuh rasa sabar, ikhlas, dan senang hati. Itulah hasil pengamatan gue ke Mama Rumah Tangga di rumah gue. Sungguh super dan tidak bisa diungkapkan dalam tulisan tak berpangkat seperti tulisan gue ini.
2. Petani
Kantor mereka sangat luas namun berpegawai sedikit dengan asisten Mr.Kerbau dan komputernya Traktor. Mereka yang memegang kendali seluruh kesejahteraan perut masyarakat penggila nasi. Bayangkan kalo mereka para petani serentak mogok kerja. Gak ada beras, gak ada nasi, masyarakat penggila nasi stress, tingkat kelaparan naik drastis, ayam gak dapat makanan favoritnya jadi ayam malas makan dan menjadi kurus, upin ipin makan ayam kurus bikin gak napsu akhirnya upin ipin matik. Tragis. Petani memang pemegang kesejahteraan perut rakyat, tapi faktanya terkadang perut mereka terlupakan, lagi-lagi tragis.
3. Guru TK
Gue mulai bisa membaca pas di bangku TK. Dan dari segala pelajaran semenjak gue sekolah, pelajaran membaca inilah yang gak pernah gue lupa InsyaAllah sampai akhir khayat. Ini berkat guru TK gue. Mereka yang ngajarin mbaca, dimana membaca menjadi firman pertama Allah SWT dalam satu-satunya benda yang sempurnah di dunia (Al-Qur’an). Membaca dijadiin ‘jendela dunia’ di setiap poster perpustakaan dan lain-lain. Kalau gak bisa membaca gak bisa nulis tau sendiri kan jadinya. So, thank you so much my ‘Guru TK’ dan guru-guru TK lainnya.
4. Dokter kandungan
Kalau dilihat dari cara mama gue nyeritain proses ngelahirin gue. Kesimpulannya dia sangat berterimakasih Pada Tuhan, dan Dokter kandungan yang bantu persalinanya melahirkan seonggok daging bertulang yang masih takberdosa dan takberguna waktu itu. Kalau gak ada dokter kandungan di dunia ini, dunia pasti sepi … gak usah dijabarin kalian pasti ngerti kan? Malah mungkin kalo gue jabarin kalian jadi gak ngerti apa bahasa gue, hiks memang menyedihkan menjadi orang special.
5. Tukang sapu jalan
Kebanyakan dari banyaknya orang yang banyak. Mencintai kebersihan, cieee cieee yang banyak ditaksir orang ehm..ehmm.. tapi mereka menjadi hanya terlihat sok berseih, coba deh lu tanya orang ‘cinta kebersihan gak?’, mungkin 7 dari 10 orang menjawab ‘cintee aye cintaa ama dia ! cinte mati malah’, kalau kalian dapat jawaban kayak gitu segera koreksi kembali pertanyaan lu, ganti jadi ‘Ada yang mau sapuin jalan Thamrin gak?’, mungkin 1 dari 10 orang menjawab ‘pikir dulu deh’, 2 yang lain jawab ‘Gila lu!?’ dan 7 orang lainnya menghilang entah kemana. Itulah mengapa tukang sapu sangat berjasa. Kalau gak ada mereka, kayaknya setiap sudut ruang jalan bisa Nampak seperti TPA (tempat pembuangan akhir).
6. Kuli bangunan
Sekaya-kayanya orang kaya, sehabat-hebatnya arsitek ngedesain bangunan, pasti ujungannya kuli bangunan juga. Maka jadilah banguban-bangunan mahakarya anak bangsa yang kebanyakan karena tanpa sekolah ini. Sungguh ajaib.
7. Penulis
Penulis itu menurut gue orang yang kurang kerjaan merelakan beberapa waktunya untuk menulis dan kemuadian di share ke orang-orang buat merangsang otak orang-orang tersebut menjadi lebih dari keadaan semula. Oke gue gak ngerti apa yang gue tulis barusan bahasanya tinggi banget. Tiba-tiba jari-jari gue menari-nari ria tak terkendali nulis tuh kalimat. Kalo gak ada penulis, percuma kita TK ! percuma kita bisa mbaca, percuma kalian buka blog ini. Karena semua yang bisa dibaca adalah sesuatu yang tertulis, dan sesuatu yang tertulis itu karena adanya para penulis. Sungguh fenomena yang unik.
8. Pelawak
Hidup hampa tanpa tertawa. Itu pendapat gue yang sangat kagum dan tertarik dengan fenomena tertawa. Ketawa itu secara sederhana gue simpulkan karena adanya kebahagiaan dan kelucuan yang di tangkap oleh antenna diluar kebiasaan alam semesta. Ebuset gue ngomong apaan lagi tuh? Huah semakin banyak gue ngomong semakin muter otak yang denger atau yang baca, begitulah lika-liku orang special. Bektudetopik, Pelawak adalah orang yang berusaha membuat kita tertawa dan merasakan bahagia, membuat kita lupa akan masalah utang-piutang. Sungguh mulia para pelawak ini. Namun pada akhir-akhir ini, lawakan tidak selalu sukses. Ada yang jayus dan itu sangat memalukan sebelum mereka tahu kalau niat kita melawak, hanya untuk membuat mereka tertawa dan bahagia.
9 .Pemain Bola
Seperti yang pernah gue posting sebelumnya di ‘Sepak Bola, Jimat Penggerak Ekonomi Nasional’ yang ngebahas kalau mau memajukan ekonomi Nasional, perbaiki persepakbolaan Nasional. Jimatnya sepak bola, ya dukunnya Pemain Bola. Gimana gak bisa dibilang mulia kalo bisa menjadi factor pendongkrak ekonomi bangsa yang naik turun (cenderung susah naik lagi). Tapi, yang lebih mulia lagi, ehem.. Pemain bola yang hebat, mereka bisa menyatukan puluhan juta lebih pendukungnya, bersatu dalam perbedaan, menyaksikan permainan mereka. Bahkan para pemain bola saat bermain bola, rela melawan rasa grogi dipelototin sama jutaan penonton, jatuh bangun mengejar bola, eh pas udah didapet tuh bola di tending lagi (kejamnya tuntutan profesi). Ada yang memuji ada juga yang mengumpatin. Tapi mereka harus dan akan terus berjuang, karena mereka tahu, mereka Pahlawan. Gue nulis ini terharu, habis semalem Timnas kalah agregat 4-2 sama Malay. Tapi gue tetep bangga dan mengidolakan pemain bola. Meskipun struktur kaki mereka mengerikan *menurut gue.
10. Detektif
Membantu orang-orang yang tidak mampu memecahkan masalah mereka. Rela menjadi buronan para mafia dan penjahat karena merasa detektif mengancam kesejahteraan mereka. Sangat keren di mata gue. Dan Conan tetap menjadi salah satu cowok idaman gue dari kecil sampai sekarang.
Jadi, Kesimpulannya apa nih? Kesimpulannya, nyari kerja yang mulia itu susah. Yang gue bisa palingan untuk saat ini ya nulis, itupun gak langsung membantu gue dari keterpurukan uang jajan musim liburan gini. Toh juga gue kayaknya gak bakat nulis deh, tulisan gue gak banyak orang yang bisa ngerti, gue aja kadang gak ngerti. But, Dear God, don’t let me just be unusefull human. You let me life in your world, so let me to know who I am too, and what the function of I am. Aamiin. Gilak galau banget ya gue hihihi.
Thanks for read :)
No comments:
Post a Comment