10/06/2010

Bapak Pesulap

Senin, 04-10-2010

Sore hari, cuaca gerimis. Gue baru mau on the way home dari sekolah, telat pulang ada urusan dikitlah. Pertamanya pengen minta mama jemput disekolah dengan alasan ‘ hujan mah, malas pulang naik angkot, ‘  tapi mama gak bisa jemput karena lagi ada urusan juga. 

Sekitar hampir jam setengah lima, gue baru naik ke angkot. Gue naik angkot yang gak ada penumpangnya, sebenarnya malas banget naik angkot kosong gini karena mesti tuh angkot lama mampir di suatu tempat buat nyari penumpang, huft  bangetlah, tapi yang ada angkot lewat juga yang gituan males ah nunggu angkot lain dalam kegerimisan.

Sesuai dugaan. Si angkot mampir lumayan lama di pasar buat cari penumpang. Hampir sekitar 5 menit lebih dan isi bagian penumpang belum bertambah, cuma ad ague yang mulai pasang headsets hp buat dengerin lagu biar gak bosan. Sampe akhirnya pas si angkot udah mau jalan, eeeh ada juga orang yang minat naik angkot itu. Seorang ibu berambut pendek, seorang mahasiswi, dan mmmm seorang bapak yang mungkin umurnya udah setengah abad lebih.

Perlahan angkot pun mulai jalan. Sambil terus memasang headsets dengerin lagu JustinBieber ft. *lupa ah – eniee miniee. Gue memperhatikan satu persatu penumpag selain gue. Dan mata gue terpana penasaran ngeliat bapak yang duduk hampir di depan gue megangin pulpen dan uang lembar 10rb. Pertamanya gue kirain tuh bapak bakal nulis seuatu di uang kertas itu. ‘ yang nemu uang ini balikin !! ‘ atau ‘ telpon aku 7274kali ‘ atau ‘ I LoV3 YuU HanY ‘ atau graffiti-graffiti bebas yg biasa dibuat orang kuker di uangnya.

Shock ! Salah ! dugaan gue meleset ! bapak itu bukannya mau nulis di uang, tapi malah nusuk keras ke tengah uang itu hingga lubang sebesar diameter pulpen tercipta. Ya jelas gue penasaran sama apa yang bakal dilakuin bapak ini, tapi gue sedikit berbalik supaya gak terlalu ketahuan kalo lagi merhatiin dia sambil merhatiin penumpang lain apa ada yang juga merhatiin keanehan bapak itu selain gue? Dan kayaknya belum. Gue kembali liat ke bapak itu yang mulai melayang layangkan tangannya yang memegang 10 ribuan tertusuk pulpen diudara, semakin lama semakin cepat dan gerakannya semakin aneh, seperti gerakan silat tangan, sangat cepat ! gue penasaran sekaligus takut. Dan……. Gak tau kenapa, apa yang terjadi, pulpen itu sudah berada di luar uang itu !! anehnya uang itu tidak dalam keadaan lubang robek atau cacat dikit pun !! padal gue yakin ! sedikitpun tadi gak mengalihkan pandangan dari gerakan tangah aneh bapak itu, samapai saat bapak itu memastikan bahwa uangnya sudah tidak lubang sekalipun gue masih liat ! kayak ginian cuma pernah gue liat di tv.

Ada perasaan takut datang ke gue (takut dihipnotis kali) yang berusaha gue  lawan dengan mengalihkan perhatian dari bapak itu, berusaha kembali menikmati musik eniee meniee nya Justin Bieber yang udah gaktau berapa kali ke repeat. Gak sengaja gue bertatapan dengan penumpang lain seorang ibu berambut pendek tersenyum ke gue sambil seperti memberi sinyal tentang apa yang gue rasain ke bapak  itu.

Bapak itu mulai mengeluarkan uang koin limaratusan dari saku bajunya. Seperti melakukan pemanasan dan siap melakukan sesuatu ke koin itu dan menggegamnya di tangan kiri. Dia melakukan gerakan silat tangannya lagi yang melambai-lambai di depan wajahnya. Dan gak tau dengan gimana bisa uang koin itu berpindah dari tangan kiri ke tangan kanannya, gak sampe sedetik, gak sampe tertangkap mata. Sumpah nih bapak ajaib banget ! begitu juga yang dia lakuin dengan kotak korek api yang dia hilangkan dari genggaman tangannya. 

Seiring semakin banyaknya penumpang yang naik, bapak itu sudah tidak melakukan trik trik ajaibnya. Astaghfirullah gue udah berprasangka buruk ke bapak bergaya nyentrik ini yang memakai topi biru lusuh, baju yang serasi dengan celananya, sepatu olahraga (sepertinya), gelang gede dari kayu hitam kayaknya yang gak kalah keren dari powerbalence melilit kayak ular di tangannya, dan bawa tas agak gede warna hitam polos dan kantongan plastik merah dengan tuduhan ‘jangan-jangan pengen hipnotis ato berbuat jahat’.

Sisa perjalanan pulang di atas angkot itu gue habisin dengan dengerin lagu yang terus mengalir berganti lewat headset ke telinga gue. Sambil mikirin, keren gak ya kalo di tulis di blog? Mungkin biasa aja, habis gue lagi males nulis, TUGAS NUMPUK ULANGAN BERTUBI-TUBI.

Harus berhenti ngetik sekarang, besok ada ulangan dan supaya terlihat rajin dan bisa membanggakan siapapun yang berharap membanggakan gue.

No comments:

Post a Comment